Setiap
manusia yang hidup di dunia tidak pernah lepas dari kesalahan. Kesalahan selalu
mengiringi perjalan seseorang. Jika seseorang takut terhadap kesalahan atau
takut membuat kesalahan, maka orang tersebut tidak akan pernah mengetahui apa
itu kebenaran.
Kita sudah
tau bahwa kesalahan adalah suatu hal yang biasa terjadi dalam hidup dan itu
pasti selalu ada di tengah-tengah jalan menuju kesuksesan. Kesalahan dapat
terjadi kepada siapapun, tidak pernah pandang bulu. Bahkan seorang Presiden pun
akan selalu menemui kesalahan. Kesalahan bisa berasal dari dua hal yaitu dari
dalam diri kita dan dari luar diri kita.
Jika suatu
kesalahan berasal dari diri kita sendiri maka kita harus dengan cepat
introspeksi diri, mungkin dengan cara meminta masukan dari orang lain. Akan
tetapi jika kesalahan itu berasal dari orang lain, Kita sebaiknya jangan
terburu-buru untuk menyalahkan orang tersebut karena semua pasti ada sebabnya.
Pastikan kita mengamati dan memahami semuanya baru setelah itu bertindak.
Untuk menjadi
seorang pebisnis kita harus benar-benar menyiapkan mental kita untuk menghadapi
dan menyelesaikan kesalahan-kesalahan yang kita temukan. Karena proses menjadi
pebisnis yang sukses itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Bisnis kita adalah
reputasi kita. Semuanya akan saling berhubungan dan saling melengkapi. Pesaing Kita
pasti menginginkan kita untuk selalu membuat kesalahan. Mereka berharap kita
tergelincir karena kesalahan. Dan jika sudah seperti itu pastilah mereka bisa
melaju tanpa hambatan.
Apabila dalam
perjalanan bisnis kita, kita membuat suatu kesalahan bersiaplah untuk
bertanggung jawab dan berusaha memperbaiki semuanya. Jika kita mempunyai anak
dan anak kita membuat kesalahan seperti memecahkan sesuatu, mencuri, atau
melakukan kesalahan lain. Pasti kita sebagai orang tua akan merasa dilema,
marah, dan mungkin akan memukul anak kita. Akan tetapi pernakah kita memikirkan
apa yang anak kita pikirkan. Disuatu saat seorang anak pasti akan mengatakan
“Aku tidak melakukannya! Janganlah seperti itu padaku!” dengan memukul anak kita
itu bukan berarti tanggung jawabnya sudah terpenuhi untuk menebus kesalahan.
Akan tetapi hal itu akan menimbulkan masalah baru.
Mengakui
kesalahan diri sendiri pada umumnya adalah hal yang paling sulit. Apalagi kita
berada di tengah khalayak ramai, tentu akan lebih sulit untuk mengakuinya
secara lantang dan membutuhkan keberanian yang besar. Keberanian sangat
dibutuhkan karena disitu kita mendapat tekanan yang sangat berat. Namun,
menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi juga bukanlah hal yang
dibenarkan. Sebaiknya kita memulai jujur kepada diri kita sendiri dan kita
tidak boleh menunjukkan bahwa kita sedang mempunyai masalah yang berat di depan
pelanggan kita.
Tumbuhkan
keberanian kita, dan akuilah kesalahan yang kita lakukan di depan banyak orang.
Dengan kita melakukan hal itu, orang-orang di dekat kita dan pelanggan kita
akan lebih menyayangi kita dan mendukung setiap kegiatan yang kita lakukan.
Jika kita
membuat kesalahan, maka kita secara pribadi akan bertanggung jawab atas
kesalahan yang kita buat. Tentunya, kita juga akan berusaha untuk berkata jujur
kepada semua orang atau kepada pihak yang secara pribadi berhubungan dengan kita.
Akan tetapi apakah kita sudah mempunyai cara untuk mendekati seseorang yang
sudah kita rugikan? Hal ini tentunya tidak mudah, kita harus mencari cara dan
menemukan langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan kita. Semua itu harus kita
lakukan agar bisnis kita akan kembali berjalan dengan lancar dan orang tersebut
mau dan bersedia untuk kembali menjalin hubungan bisnis dengan kita.
Cara yang
pertama adalah kita harus segera menyadari kesalahan kita dan secepat mungkin
untuk mencari jalan keluarnya. kita harus menjadi orang yang lebih kreatif dari
biasanya. kita harus benar-benar terus terpacu dengan menanamkan rasa bahwa kita
bisa memperbaikinya.
Cara yang
kedua adalah dengan menghubungi orang-orang yang sudah kita rugikan dan
segeralah meminta maaf.. Berbicaralah dengan mereka, sebisa mungkin kita harus
berbicara dengan bertatap muka secara langsung. Hindari berbicara dengan menggunakan
pesan, email, atau telpon. Karena banyak orang merasa hal ini kurang sopan.
Akan tetapi jika terbatas jarak, waktu, dan biaya kita bisa menggunakannya.
Dalam pembicaraan kita dengan orang yang sudah kita rugikan sebaiknya
terangkan dengan jelas dan buat mereka mengerti kesalahan apa yang kita
buat. Janganlah menjelaskan masalah kita terlalu dalam dan bertele-tele, karena
hal itu akan membuat mereka berfikiran bahwa kita hanya mencari-cari sebuah
alasan saja. Biarkan mereka mengetahui dimana pokok masalahnya saja dengan
jelas.
Hal terakhir yang ingin saya sampaikan adalah memperbaiki kesalahan
membutuhkan keyakinan yang kuat. kita harus membuat diri kita yakin untuk bisa
menyelesaikan semuanya. Menumbuhkan keyakinan seperti itu memang membutuhkan
waktu yang tidak sebentar dan keberanian yang besar. Akan tetapi jika keyakinan
sudah tertanam kuat di hati kita maka kita bisa melakukannya. Tanamkan kepada
diri kita slogan-slogan seperti “Aku bisa!!” atau “Semuanya pasti berhasil!”
dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar